Bagaimana seorang Muslim Berpikir (part 1)

Pernahkah kita berpikir bahwa kita tidak ada sebelum ita di ciptakan? Bagaimana jadinya kita kalo kita memang tidak diciptakan?

Pernahkan kita berpikir bahwa bunga-bunga yang ada di taman merupakan sebuah makhluk yang tumbuh dari tanah yang hitam, ternyata memiliki harum serta berwarna warni?

Pernahkah kita berpikir bahwa seekor nyamuk yang kerap kali menggangu tidur kita selalu mengepakkan sayapnya selama dia terbang, sampai-sampai kita tidak mampu melihat hal itu?

Pernahkah kita berpikir bahwa lapisan2 luar kulit buah seperti apel, jeruk, mangga berfungsi sebagai pembungkus yang sangat berkualitas? Pembungkus itu menjaga agar rasa dan keharuman buahselalu terjaga.

Pernahkah kita berpikir bahwa gempa bumi ataupun tsunami sesaat bisa datang disekitar kita, dengan hanya sekejap menghancurkan segala sesuatu yang ada, baik rumah, motor, mobil, ataupun sanak keluarga kita?

Lalu, pernahkah kita juga berpikir bahwa kehidupan yang kita lalui sangatlah cepat, kita tumbuh dari muda menjadi makin tua, makin tua makin bertambah keriput, dan makin tua juga kita makin cepat lupa, begitu pula dengan kesehatan dan kekuatan jasmani kita?

Pernahkah kita berpikir bahwa suatu saat nanti, malaikat akan menjemput kita untuk membawa kita meninggalkan dunia ini?Sepanjang sejarah, tidak ada manusia yang hidup abadi, mulai dari nabi adam, rasulullah, sampai pada nabi nuh yang berusia 3,5 abad pasti juga akan meninggalkan dunia ini

Jika demikian, pernahkah kita berpikir bahwa apa saja yang telah kita lakukan di dunia ini untuk persiapan kehidupan setelah dunia ini? Kadang-kadang terasa juga bahwa seakan-akan kita terjebak akan urusan rutin seperti mencari uang, gengsi, mobil dsb.. Dan kita melupakan persiapan untuk ajal yang akan menjemput kita.

Hampir dipastikan bahwa semua orang tau bahwa kehidupan di dunia ini sangatlah cepat. Anehnya, mayoritas dari kita masih bertingkah seolah-olah kita tidak akan pernah meninggalkan dunia ini. Pekerjaan yang dilakukan seolah-olah tidak mengenal kata “kematian” yang akan menjemput kita. Keadaan ini berpengaruh sedemikian besarnya sehingga ketika berbicara ttg “kematian” maka orang-orang bersegera untuk menghentikan topik tersebut karena tidak berani menghadapi kenyataaan untuk kehilangan rumah, mobil, keluarga, dsb. Akibatnya, banyak yang tidak mau susah payah untuk persiapan kehidupan hakiki setelah kematian, dan mereka lebih memilih untuk tidak berpikir ttg kematian.

Namun, cepat atau lambat, kita pasti akan mati. Percaya atau tidak, tempat selanjutnya yang akan kita singgahi adalah surga/neraka. Yang baik, akan mendapatkan kenikmatan di surga, sedangkan yang buruk, akan memperoleh azabnya di neraka. Amalan & segala persiapan yang kita lakukan di dunialah yang akan menentukan kemana langkah kita selanjutnya.. Surga atau Neraka… Jangan sampai kita menyesal di hari esok…

Are you ready to go??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s