Mencerdaskan Bangsa melalui Pendidikan Islam

Melihat realitas bangsa yang ada, masalah pendidikan merupakan isu-isu hangat yang masih menjadi topik pembicaraan di berbagai kalangan kaum intelek masyarakat Indonesia yang ada hingga saat ini. Bagaimana tidak, ditahun 2007 ini, sistem pendidikan di Indonesia belum menunjukan adanya perbaikan kualitas, baik ditinjau dari segi sistem penyelenggaraan pendidikan ataupun pihak yang melaksanakan system pendidikan yang ada. Lihat saja ke anggaran sektor pendidikan yang diberikan pemerintah misalnya; sampai dengan tahun ini, anggaran pendidikan yang diberikan pemerintah tidak mencapai 10% dari total keseluruhan pengeluaran pemerintah. Hal tersebut sangatlah berbeda jika dibandingkan dengan beberapa Negara tetangga seperti Malaysia 23%, Singapura 19%, Thailand 22%, dan Filipina 20%. Sebagai imbasnya, Negara-negara yang mengalokasikan dana lebih untuk pembangunan sektor pendidikan mulai memetik hasilnya dengan peningkatan kualitas SDM di dalam negeri. Berbeda dengan Indonesia, akibat dari minimnya anggaran pendidikan yang diberikan, maka berakibat fasilitas dan sarana-sarana yang digunakan sangat kurang, termasuk banyak juga guru yang hidup di bawah garis kelayakan. Padahal, kepada merekalah harapan perbaikan pendidikan di tumpukan. Kenyataan itulah yang selanjutnya melahirkan anak-anak bermasalah yang puncaknya adalah pada rendahnya kualitas SDM dan kinerja bangsa yang lemah.

Disisi lain, mandulnya kurikulum karena tidak berorientasi pada penumbuhan kemampuan berpikir kritis peserta didik agar secara kreatif menyiasati masa depannya, serta karakter kejiwaan yang unggul, mengarahkan pendidikan nasional pada kecenderungan negatif. Kecenderungan tersebut mulai terlihat pada kebijakan-kebijakan pemerintah yang mulai timpang. Banyak kebijakan yang diterapkan pemerintah, seperti pemberlakuan kurikuum 1994 menggantikan 1984, yang mengesankan bahwa kebijakan tersebut hanyalah kebijakan tambal sulam yang dirumuskan pemerintah tanpa dilakukan dengan analisis dan pemikiran yang mendalam. Bahkan, seringkali kebijakan tersebut dilakukan tanpa persiapan yang memadahi yang menyebabkan kesenjangan dalam implementasi di lapangan. Dalam kasus perubahan kurikulum yang disebutkan diatas misalnya, kasus tersebut tentulah tidak bisa diterapkan begitu saja di sekolah. Kurukulum 1984 yang di konsepsikan untuk memberikan keleluasaan kepada guru agar bisa mengemas dan mengembangan materi pembelajaran yang lebih berbobot, ternyata mayoritas guru tidak bisa mengapresiasikannya. Di sana kompetensi guru menjadi faktor kendala utama.

Untuk mengubah dan memperbaiki itu semua harus dilakukan pendekatan integratif dengan mengubah paradigma serta unsur-unsur pokok yang menopang tegaknya sistem pendidikan. Sehingga, pendidikan akan memenuhi hakikat tujuannya, baik di tinjau dalam konteks individu, masyarakat, maupun negara. Jika di tinjau lebih mendalam, maka system pendidikan islam merupakan hal yang sesuai untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Kerangka dasar pendidikan islam mengatakan bahwa dalam konteks individu, pendidikan merupakan salah satu kebutuhan manusia. Karena dari pendidikanlah manusia akan memperoleh ilmu, Ilmu tersebut akan menjadi unsur utama penopang kehidupan. Lebih jauh dari itu, islam juga mendorong agar dengan ilmu itu manusia bisa menemukan kebenaran hakiki dan juga mampu mendayagunakan ilmunya di atas kebenaran itu. Sabda rasulullah SAW:

Tuntutlah oleh kalian akan ilmu pengetahuan, sesungguhnya menuntut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah azza wajalla, dan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahuinya adalah shodaqoh. Sesungguhnya ilmu itu akan menempatkan pemiliknya pada kedudukan tinggi lagi mulia. Ilmu adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat.” (HR. Ar Rabii’)

Tercantum juga dalam firman Allah swt:

Allah niscaya mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan mereka yang berilmu pengetahuan bertingkat derajat. Dan Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu lakukan.” (QS. Al-Mujadalah: 11)

Untuk mencapai suatu peradaban yang lebih maju, maka partisipasi peran aktif dari keseluruhan masyarakat sangatlah diperlukan. Hal itu tentu saja bisa dicapai ketika setiap insan dalam masyarakat telah berusaha untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang telah diperolehnya. Apabila masyarakat mampu telah menciptakan iklim yang kondusif untuk menyalakan pemikiran tiap insan yang ada di dalamnya secara terus-menerus, maka masyarakat tersebut akan tetap survive dan mampu menggapai cita-cita yang di idamkannya. Sebaliknya, maka niscaya masyarakat tersebut akan berangsur surut dan perlahan punah.

Atas dasar kerangka itu semua, maka Islam menggariskan bahwa setiap individu (muslim) diwajibkan menuntut ilmu., yaitu dalam artian menjalani proses pendidikan. Pada saat yang bersamaan, dilain pihak, Islam mewajibkan Negara menyelenggarakan pendidikan atau wajib belajar tanpa memungut biaya kepada rakyatnya dari jenjang pendidikan terendah (TK) hingga menengah (SMU). Untuk jenjang yang lebih tinggi, pemerintah harus memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada siapa saja yang berminat dan punya kecakapan intelektual, tidak menetapkan syarat yang menyulitkan, dan di usahakan seminim mungkin dalam penarikan biaya.

Adapun berkenaan dengan kurikulum, strategi, dan tujuan pendidikan, Islam menetapkan prinsip yang sederhana tapi sangat tegas dan jeas. Kurikulum pendidikan harus berlandaskan aqidah islamiyah, karenanya seluruh materi pembelajaran atau bidang study serta metodologi harus dirancang tanpa adanya penyimpangan dalam proses pendidikan dari asas tersebut sedikit pun. Strategi pendidikan di arahkan pada pembentukan dan pengembangan polapikir dan jiwa islami, yang nantinya akan membentuk karakter yang mumpuni . Semua disiplin ilmu di susun berdasarkan atas strategi ini. Membentuk kepribadian islam dan membekali individu dengan berbagai ilmu dan pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan manusia merupakan tujuan dari asasi pendidikan.

Sistem pendidikan yang ada saat ini merupakan cerminan atas realitas yang ada di bangsa saat ini. Berbagai usaha mungkin telah dilakukan oleh pemerintah. Akan tetapi, anggapan dari masyarakat sampai saat ini masih lah pesimis akan usaha-usaha yang sedang ataupun telah dilakukan untuk membangun pendidikan bangsa ini. Dalam hal ini, Islam menawarkan solusi yang lugas dan logis tentang usulan pendidikan bangsa. Keampuhan dari system ini telah dibuktikan ketika zaman rasulullah SAW, dimana pada zaman tersebut telah membentuk generasi-generasi yang luar biasa yang nantinya berkontribusi pada kemajuan peradaban saat itu. Akankah bangsa ini mengikuti system itu? Kita tunggu saja kinerja-kinerja yang akan dilakukan pemerintah kelak.

3 responses to “Mencerdaskan Bangsa melalui Pendidikan Islam

  1. itu gambarnya sengaja dibikin gede yah?
    gak penting kali yah?😀

  2. pengertian dari pemikiran pendidikan islam tu gimana

  3. Pingback: Stop, Eksploitasi Anak !!! « Trinil’s Blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s